Beranda Investasi Susahnya Berinvestasi Bagi Masyarakat Pedesaan

Susahnya Berinvestasi Bagi Masyarakat Pedesaan

Tidak bisa dipungkiri dijaman seperti sekarang ini, Dunia Investasi adalah hal wajib kita ketahui. Investasi, khususnya pada penanaman modal, sangat asing bagi kalangan masyarakat yang berada didaerah pedesaan. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi pemerintah kepada masyarakat pedesaan untuk gemar berinvestasi di pasar modal atau menempatkan modal mereka pada produk Reksadana. Sulitnya pengurusan mendaftar ke perusahaan broker atau manajemen investasi juga menjadi faktor kurangnya masyarakat investasi Indonesia dari kalangan yang tinggal di pedesaan.

Sosialisasi pemerintah dan perusahaan manajemen investasi tidak bisa disalahkan, hanya saja sosialisasi yang dilakukan tidak sampai kepada masyarakat pedesaan yang sebenarnya juga memiliki modal yang siap untuk diinvestasikan ke pasar modal atau di perusahaan manajemen investasi yang terpercaya. Hal ini membuat masyarakat pedesaan lebih memilih menabung di Bank untuk menimpan modal yang mereka punya.

Seperti yang kita ketahui, masyarakat investasi di negara-negara ASEAN, Indonesia adalah negara dengan masyarakat investasi paling sedikit. Masyarakat investasi di Indonesia hanya sekitar 600.000 orang. Angka ini tentunya kecil bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya yang menembus angka diatas 3 juta masyarakat investasinya. Oleh karena itu, Indonesia masih membutuhkan investors asing untuk menanamkan modal mereka ke Indonesia karena kurangnya minat investor lokal untuk menanamkan modal mereka.

Susahnya Berinvestasi Bagi Masyarakat Pedesaan

Jika sosialisasi oleh pemerintah yang bekerjasama dengan perusahaan manajemen investasi dilaksanakan hingga sampai kepedesaan, saya yakin masyarakat investasi Indonesia akan terus bertambah jumlahnya setiap tahun. Tidak hanya sosialisasi di kampus-kampus atau di mall-mall saja, tapi sosialisasi juga harus sampai dipedesaan. Sosialisasi juga harus diterapkan dengan kemudahan menjadi nasabah dari perusahaan-perusahaan manajemen investasi.

Perubahan satuan LOT saham dari 500 lembar perlot menjadi 100 lembar saham perlot memang menjadi salah satu program pemerintah dalam menarik minat investasi masyarakat di pasar modal. Tapi kemudahan dalam mendaftar menjadi nasabah dan membuka rekening investor juga harus dipertimbangkan oleh pemerintah dan perusahaan broker. Misalnya dengan membuka cabang diberbagai kota kecil di Indonesia atau langsung menawarkan ke masyarakat pedesaan dengan melakukan sosialisasi.

Kita semua berharap kepada pemerintah lebih meningkatkan program pengenalan dan menarik minat masyarakat khususnya kalangan bawah yang tinggal dipedesaan. Semakin banyak masyarakat kita yang berinvestasi, maka akan semakin sejahtera kehidupan masyarakat dimasa depan. Investasi untuk dana pendidikan, dana pensiun, dana kesehatan dan lain sebagainya.

Sebagai masyarakat cerdas, mari kita dukung pemerintah dalam membangun masyarakat dan pengenalan terhadap pentingnya investasi sejak dini. Kita juga harus pandai menciptakan investasi untuk kehidupan dimasa depan. Ada banyak investasi, program-program oleh Bank-bank yang ada di Indonesia ini juga bisa jadi pilihan, menjadi blogger juga termasuk berinvestasi jangka panjang. Tinggal bagaimana kita mengenalkan investasi kepada diri kita sendiri.

Salam.

Loading...