Catatan dan Motivasiku: “Meski Lelah”

0
Lelah, sebuah kata yang paling sering dialami, aku atau miliyaran orang dibumi ini. Kadang hidup seperti ingin berakhir, menjalani sisa-sisa terbuang dari kehidupan. Banyak orang bilang hidup ini keras, seperti batu, seperti baja. Padahal hidup itu lembut bagi orang-orang yan hidup tanpa beban. Nggak semua orang beruntung. Aku, bukan berarti hidup ini tanpa beban, tapi aku selalu ingat “suatu saat nanti” walau ada sebuah tanya “kapan?”
Aku sering mengatakan “Aku kuat. Lelah takkan sanggup menahan dan memelukku untuk menyerah” meski disaat aku merasa hidup telah berakhir.Tapi hidup adalah perjuangan, tanpa henti, tanpa merasa takut atau merisaukan masa depan. Hidup akan terus berjalan, tidak peduli sempit dan terjalnya jalan yang dilewati. Aku boleh kehilangan apa saja, kecuali “harapan“.
Mungkin seperti mereka, aku akan menuliskan banyak cerita yang sebenarnya tidak untuk dilihat banyak mata, sebagai ungkapan lelah. Atau aku hanya akan cerita kepada seseorang dengan sepasang mata dan sepasang telinga yang mendengarkan. Tapi seseorang belum ada. Rasa tak perlu aku menceritakan kisahku ini kepada siapapun meski ada yang mengerti.
Meski lelah, tapi aku tetap bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Meski tak seberuntung mereka aku tetap bangga. Walau dalam kebanggaan atas kehidupan ini aku sempat iri pada mereka, terlihat jelas mereka punya hidup tanpa beban, tak perlu menyalahkan nasib, dan tak pernah mengeluh. Tapi kehidupan istimewa yang Tuhan berikan adalah kehidupan kita sendiri, mereka yang kita lihat beruntung mungkin dari sudut pandang kita, karena kita tak tau apa yang telah mereka lewati.
Tulisan ini aku dedikasikan buat mereka pejuang dari banyak kehidupan, mereka yang tak kenal lelah, mereka yang selalu bersyukur meski pada kehidupan yang tak diinginkan. – Ady Kenzie
Loading...